Biochemist

back to nature and chemistry

Liberalisasi pertanian

September14

Ditulis oleh : Nailatul Karomah

Liberalisasi pertanian tidak secara total menyebabkan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Walaupun demikian liberalisasi pertanian juga tidak sepenuhnya menjamin Indonesia melangkah lebih jauh dalam kemajuan perekonomian. Namun,  liberarlisasi pertanian di Indonesia harus disikapi secara arif dan bijaksana dengan melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak negatifnya.

Isu liberalisasi banyak mengundang perdebatan belum lama ini, baik liberalisasi perdagangan dan pertanian. Namun, pada dasarnya proses liberalisasi perdagangan dunia sudah menjadi hal yang lumrah, yang telah dilakukan sejak tahun 1947 dengan terbentuknya GAIT (the General Agreement on Tariffs and Trade).

Berdasarkan analisis, diungkapkan bahwa liberalisasi sektor pertanian di Indonesia memiliki pengaruh relatif kecil terhadap kemajuan dan perbaikan  ekonomi makro Indonesia, seperti yang telah saya paparkan pada prolog opini saya. Sebaliknya liberalisasi sektor non-pertanian memiliki pengaruh yang lebih besar, meskipun beberapa variabel seperti nilai tukar, indeks harga eksport memiliki pengaruh negatif yang cukup besar.

Hampir semua komoditi pertanian mengalami jumlah import. Meskipun demikian peningkatan produksi dan penyerapan tenaga kerja terjadi pada beberapa komoditi pertanian setelah dilakukan liberalisasi. Misalnya, komoditi karet merupakan tanaman yang mengalami peningkatan produksi dan penerapan tenaga kerja yang terbesar. Dari analisis tersebut liberalisasi pertanian di Indonesia tidak secara total menyebabkan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Yang artinya, kita harus merespon liberalisasi pertanian ini denga sikap arif dan bijaksana dengan melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak negatif yang akan muncul, sekarang the big question is “how do we minimize negative effect of agricultural liberalitation??”.

Berdasarkan SDA yang dimiliki Indonesia, Indonesia merupakan big country yang dapat menghasilkan berbagai macam hasil pertanian. Namun, disayangkan SDM dan pengetahuannya mengolah hasil pertanian tersebut sehingga menjadi komoditi yang memilki nilai lebih masih kurang. Dengan itu, pemerintah seharusnya memberikan pendidikan, pelatihan, dan pembiayaan kepada petani yang dapat digolongkan sebagai SDM pertanian. Selain itu, pemerintah sebaiknya juga memperbaiki daya saing komoditi ekspor pertanian yang memiliki potensi besar untuk perluasan pasar, nilai tambah, dan sebagai bahan baku industri. Dalam hal ini, pengembangan pengolahan hasil pertanian termasuk kebutuhan teknologinya merupakan yang paling urgen. Semoga bangsa Indonesia bangun dari tidurnya yang panjang, sehingga dapat menunjukkan kekuatan dan ketahanan pertaniannya yang sesungguhnya.

I hope this inspire you!!!

September6

Never Give up, Keep Fight!!

Di tahun ketiga masa SMA, saya dan siswa kelas 3 SMA yang lain diwajibkan untuk membuat karya tulis ilmiah sederhana sebagai salah satu syarat kelulusan SMA, dengan tema sesuai dengan program studi yang dipilih. Pada kesempatan tersebut  saya yang telah terdaftar sebagai siswi program studi IPA, mengmbil “pengaruh kalsium dalam susu sebagai unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman cabai” sebagai judul karya tulis ilmiah saya. Karena saya menyukai penelitian, maka saya pun memilih penelitian sebagai metode dalam penulisan karya tulis ilmiah sederhana saya.

Saya sangat bersemangat untuk memulai penelitian tersebut. Saya pun langsung mengajukannya kepada pembimbing KTI saya. Setelah mendapat masukan dan arahan dari guru pembimbing saya, maka empat pekan saya alokasikan untuk melakukan penelitian tersebut. Dua pekan pertama berjalan lancar. Namun, dua pekan terakhir penelitian yang saya lakukan untuk mendukung hipotesis saya tidak berjalan mulus. Tanaman cabai yang saya gunakan sebagai objek penelitian saya terkontaminasi dengan kotoran kucing. Secara otomatis saya harus mengulang penelitian itu, karena bila saya teruskan penelitian dengan cabai yang telah terkontaminasi dengan kotoran kucing tersebut, maka kemungkinan besar hasil penelitian yang saya lakukan tidak valid sehingga tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Awalnya setelah kejadian tersebut saya merasa kesal dan was-was karena harus mengulang penelitian tersebut di samping waktu yang terbatas dan kegiatan organisasi serta pembuatan persiapan mengajar untuk praktek mengajar yang juga merupakan salah satu syarat kelulusan SMA. Namun, saya merenung dan menoleh kembali kepada ilmuwan-ilmuwan hebat terdahulu, seperti Thomas Alfa Edison yang mencoba hingga 1000 kali, jika beliau putus asa dan berhenti mencoba bola lampu pijarnya pada hitungan ke 999 maka tidak akan tertoreh namanya sebagai penemu bola lampu pijar, begitu pula saya. Dengan paradigma dan mind set seperti itulah, maka saya tetap berusaha dan mencoba untuk mengulangi penelitian saya yang cacat tersebut guna menyelesaikan karya tulis ilmiah saya.

Alhamdulillah, setelah mengalami beberapa cobaan dengan ketidak putus asaan tersebut, saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah saya dengan predikat the best score research paper. Dibalik kesusahan ada kemudahan, masalahnya apakah kita sabar menunggu kemudahan itu dan melayani kesusahan itu. The key word just “Never give up, keep fight!!”

posted under experience | 1 Comment »

Inspiration story

September6

The Power of  Birrul Walidain

إن تنصروا الله ينصركم(“jika kalian menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kalian”) itulah kalimat yang selalu beliau ucapkan ketika saya berkeluh-kesah. Beliau adalah kakak kandung laki-laki saya yang selalu optimis, percaya diri, mengabdikan dirinya untuk agama Allah dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah setelah beliau berusaha. Ahmad Baidlowi AZ, itulah nama lengkapnya. Sesosok kakak yang sangat memberi saya inspirasi dalam setiap aktivitasnya.

 Jika saya telusuri kehidupannya hingga saat ini, maka dapat saya ketahui tujuan kehidupannya adalah birrul walidain (membahagiakan kedua orang tua), karena “keridhoan Allah terletak pada keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan orang tua”. Beliau selalu mematuhi dan merealisasikan apa-apa yang diinginkan kedua orang tuanya. Suatu ketika orang tuanya menginginkan beliau untuk kuliah di Mesir, maka beliau pun menuruti keinginan orang tuanya. Beliau mengikuti seleksi masuk salah satu perguruan tinggi di Mesir, padahal beliau masih dalam keadaan pasca-advisory anak didiknya pada perlombaan kepramukaan.Namun, Allah berkehendak lain beliau belum diberi kesempatan untuk berkuliah di Mesir. Akhirnya beliau pun melanjutkan pendidikannya di STEI SEBI, Ciputat. Di saat yang lain, orang tuanya menginginkan beliau mengambil syari’ah sebagai ilmu pendukung dari ilmu yang sedang diperdalamnya (Ekonomi Syari’ah). Beliau pun mengikuti Ujian Mandiri Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Ciputat. Akhirnya beliau berhasil lulus dalam ujian tersebut dengan jurusan perbandingan hukum fakultas syari’ah. Setelah lulus dalam ujian tersebut, beliau agak bimbang dengan keputusannya untuk menjalani dua aktivitas kuliah disamping aktivitas berkerjanya di perusahaan Astra (sementara) dan aktivitas organisasinya di masyarakat serta di lingkungan kampusnya. Namun, beliau berdalih “ini adalah jalan yang telah diberikan Allah kepada saya, buktinya selama ini Allah tetap memberikan kemudahan hingga proses pendaftaran ulang”. Saat ini pun kedua orang tuanya menginginkan beliau meneruskan S2nya di luar negeri, dan beliau pun mengusahakan keinginan orang tuanya.

Saya teringat ketika beliau berkata “kalau kata Ranchoo dalam film three idiot “All is well”, kalau kata kita “Hasbunallah wani’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’mannashiir””. Itulah bukti, dengan patuh terhadap orang tua dan pengabdian penuh kepada agama Allah membawa Abay (kerap disapa) kepada jalan kemudahan.

posted under experience | No Comments »